PRODUKSI HASIL TANGKAPAN IKAN BOTTOM GILL NET DI KAMPUNG PAKREKI NUMFOR

Authors

  • Andriano M Abidondifu Universitas Papua
  • Fanny FC Simatauw Universitas Papua
  • Bayu Pranata Universitas Papua
  • Thomas F Pattiasina Universitas Papua
  • Fitriyah I. Saleh Universitas Papua
  • Selfanie Talakua Universitas Papua

DOI:

https://doi.org/10.47039/ish.8.2026.27-34

Keywords:

Produksi Hasil tangkapan, Jaring Insang Dasar, Kampung Pakreki, Pulau Numfor

Abstract

Kabupaten Biak Numfor memiliki potensi sumberdaya perikanan laut yang melimpah, terdiri dari ikan pelagis dan demersal dengan total produksi mencapai 840 ton/tahun, dimana produksi ikan demersal sebesar 540 ton/tahun. Salah satu alat tangkap yang banyak digunakan masyarakat adalah jaring insang dasar bottom gill net karena bersifat selektif dan bernilai ekonomis. Namun, semakin berkurangnya sumberdaya perikanan dan tingginya permintaan pasar menjadi tantangan bagi nelayan di Pulau Numfor, khususnya di Kampung Pakreki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi hasil tangkapan ikan nelayan jaring insang dasar di Kampung Pakreki Pulau Numfor. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2024 dengan titik lokasi pengambilan data yaitu, Kampung Pakreki Pulau Numfor. Produksi hasil tangkapan ikan yang tertangkap jaring insang dasar di perairan Kampung Pakreki memiliki total produksi sebesar 170,82 kg dengan tangkapan yang bervariasi dari setiap responden. Kampung Pakreki memiliki 29 jenis ikan dari 11 Famili dengan jumlah 500 ekor, tangkapan tertinggi adalah famili Siganidae sebanyak empat jenis yang terdiri dari 237 ekor dengan berat 65,565 kg dan tangkapan terendah pada famili Caesionidae dengan hanya satu jenis.

Author Biography

  • Fanny FC Simatauw, Universitas Papua

    Fanny FC Siamatauw

    TTL : Merauke, 13 Juli 1967

    S1 Jurusn Perikanan Uiversitas Diponegoro Bidang Minat Penangkapan

    S 2 Prodi Sistem2 Pertanian Kekhususn Perikanan

    Bidang Keahlian : {engelolaan Sumberdaya Perikanan

References

Aisoi, L. E. (2019). Kelimpahan dan keanekaragaman fitoplankton di perairan pesisir Holtekamp Kota Jayapura. Jurnal Biosilampari: Jurnal Biologi, 2(1), 6–15. https://doi.org/10.31540/biosilampari.v2i1.620

American Public Health Association. (2017). Standard methods for the examination of water and wastewater (23rd ed.). American Public Health Association.

Boyd, C. E. (1990). Water quality in ponds for aquaculture. Agricultural Experiment Station, Auburn University.

Carpenter, K. E., & Allen, G. R. (1989). FAO species catalogue: Emperor fishes and large-eye breams of the world (Family Lethrinidae). Food and Agriculture Organization of the United Nations.

Dahuri, R., Rais, J., Ginting, S. P., & Sitepu, M. J. (1996). Pengelolaan sumberdaya wilayah pesisir dan lautan secara terpadu. Pradnya Paramita.

Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Biak Numfor. (2006). Laporan statistik perikanan Kabupaten Biak Numfor. Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Biak Numfor.

Gulland, J. A. (1983). Fish stock assessment: A manual of basic methods. John Wiley & Sons.

Hamuna, B., Tanjung, R. H. R., Suwito, S., Maury, H. K., & Alianto, A. (2018). Kajian kualitas air laut berdasarkan parameter fisika dan kimia di perairan Jayapura. Jurnal Ilmu Lingkungan, 16(1), 35–43.

Hindell, J. S., Jenkins, G. P., & Keough, M. J. (2013). Linking seagrass structure to fish assemblages: The influence of habitat complexity on fish communities. Marine Ecology Progress Series, 473, 193–205.

Katiandagho, B., Marasabessy, F., & Wakum, S. (2021). Teknik penangkapan rajungan (Portunus sp.) dengan menggunakan jaring insang dasar (bottom gill net) di perairan Kampung Didiabolo, Distrik Supiori Selatan, Kabupaten Supiori. Jurnal Perikanan Kamasan, 2(1).

Latuconsina, H., Ambo-Rappe, R., & Nessa, M. N. (2015). Struktur komunitas ikan pada ekosistem lamun di perairan pesisir. Jurnal Ilmu Kelautan, 20(3), 123–132.

Nontji, A. (2005). Laut Nusantara. Djambatan.

Nuridin. (2009). Analisis selektivitas alat tangkap jaring insang dasar terhadap hasil tangkapan ikan demersal. Jurnal Perikanan Indonesia, 15(2), 101–108.

Pattiasina, S., Marasabessy, F., & Inggamer, C. (2021). Pengoperasian jaring insang dasar (bottom gill net) untuk menangkap ikan demersal di perairan Kampung Pasi, Distrik Padaido, Kabupaten Biak Numfor. Jurnal Perikanan Kamasan, 2(1).

Republik Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Sekretariat Negara.

Silalahi, H. N., Manaf, M., & Alianto. (2017). Status mutu kualitas air laut Pantai Maruni Kabupaten Manokwari. Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik, 1(1), 33–42. https://doi.org/10.30862/jsai-fpik-unipa.2017.Vol.1.No.1.15

Simanjuntak, M. (2009). Hubungan faktor lingkungan kimia terhadap kualitas perairan. Jurnal Oseanografi, 4(2), 21–30.

Suardi, S., Ambo-Rappe, R., & Nessa, M. N. (2016). Hubungan kerapatan lamun dengan kelimpahan ikan herbivora di perairan pesisir. Jurnal Kelautan Tropis, 19(2), 89–97.

Published

2026-08-13

Issue

Section

Articles

How to Cite

PRODUKSI HASIL TANGKAPAN IKAN BOTTOM GILL NET DI KAMPUNG PAKREKI NUMFOR. (2026). Igya Ser Hanjop: Jurnal Pembangunan Berkelanjutan, 8(1), 27-34. https://doi.org/10.47039/ish.8.2026.27-34

Most read articles by the same author(s)