Etnozologi Suku Maybrat : Cara Berburu Satwa Liar dan Pemanfaatannya di Distrik Moswaren Sorong Selatan

Penulis

  • Fitriani Rumalean Program Pascasarjana Universitas Papua
  • Keliopas Krey Universitas Papua
  • Febriza Dwiranti Universitas Papua

DOI:

https://doi.org/10.47039/ish.8.2025.35-45

Kata Kunci:

Ethnozoology, Maybrat, Hunting

Abstrak

Penelitian ini bertujuan mengkaji etnozoologi Suku Maybrat di Distrik Moswaren, Kabupaten Sorong Selatan, dengan fokus pada jenis satwa liar yang diburu, pola pemanfaatannya, teknik berburu, serta persepsi masyarakat terhadap satwa yang dilindungi. Penelitian menggunakan metode deskriptif melalui wawancara semi-terstruktur terhadap 27 pemburu. Responden didominasi oleh laki-laki (96,3%) dengan tingkat pendidikan sebagian besar SMA (84,4%). Sebanyak 14 spesies satwa liar dimanfaatkan masyarakat, meliputi mamalia, burung, reptil, ikan, dan udang galah. Perburuan dilakukan secara subsisten menggunakan peralatan berburu tradisional. Hasil buruan dimanfaatkan sebagai sumber protein hewani, sumber pendapatan, kebutuhan upacara adat, serta bahan pembuatan ornamen tradisional dari beberapa bagian tubuh satwa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat mengenai status perlindungan satwa masih terbatas. Kondisi ini berpotensi meningkatkan tekanan terhadap spesies yang memiliki nilai konservasi tinggi. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kapasitas masyarakat melalui penyuluhan dan pendampingan mengenai konservasi satwa liar, disertai penguatan kolaborasi antara hukum negara dan hukum adat dalam pengelolaan perburuan. Penyusunan peraturan kampung yang mengatur larangan atau pembatasan perburuan spesies tertentu menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung pemanfaatan satwa liar secara berkelanjutan sekaligus menjaga kelestarian keanekaragaman hayati di wilayah adat Suku Maybrat.

 

Referensi

Anderson, E. N., Pearsall, D. M., Hunn, E. S., & Turner, N. J. (2011). Ethnobiology. Wiley-Blackwell.

Leo, S., Supriatna, J., & Mizuno, K. (2021). A description of Dayak Iban’s traditional knowledge on customary forest management in West Kalimantan, Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 940(1), Article 012074. https://doi.org/10.1088/1755-1315/940/1/012074

Madubun, M., Arobaya, A. Y., & Pattiselanno, F. (2024). The economy behind the forest: Understanding the effects of hunting and wildlife trade on the lives of Tambrauw people. Humanities Journal of Traditional Arts and Socio-Cultural Studies, 5(1), 33–45. https://journal-iasssf.com/index.php/HJTAS/article/view/1050

Maturbongs, R. (2023). Pemanfaatan satwa liar sebagai sumber protein hewani oleh etnik Tehit Knasaimos di Distrik Saifi, Kabupaten Sorong Selatan. Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Sorong.

Milner-Gulland, E. J., & Bennett, E. L. (2003). Wild meat: The bigger picture. Trends in Ecology & Evolution, 18(7), 351–357. https://doi.org/10.1016/S0169-5347(03)00123-X

Nurhayati, D., Hermana, & Fadli, R. (2020). Potensi albumin ikan gabus sebagai pangan fungsional. Jurnal Teknologi Hasil Perikanan, 13(2), 89–98. https://jurnal.unigal.ac.id/abdimasgaluh/article/view/21265

Pattiselanno, F. (2006). Pemanfaatan satwa liar oleh masyarakat lokal di Papua: Antara kebutuhan subsisten dan komersial. Jurnal Biologi Papua, 1(1), 1–7.

Pattiselanno, F. (2016). Wildlife hunting and utilization by the local communities in Papua, Indonesia. Jurnal Manajemen Hutan Tropika, 22(2), 83–92.

Pattiselanno, F. (2017). The cultural significance of birds in Papua: Traditional use and conservation implications. Biodiversitas Journal, 18(3), 987–994.

Pattiselanno, F., & Koibur, J. F. (2022). Returns from indigenous hunting in the lowland coastal forests of West Papua: Benefits for threatened wildlife species. Jurnal Manajemen Hutan Tropika, 28(3), 229–238. https://journal.ipb.ac.id/jmht/article/view/20222

Pattiselanno, F., & Mentansan, J. (2010). Pola pemanfaatan sumber daya alam oleh masyarakat Maybrat di Papua Barat. Jurnal Manusia dan Lingkungan, 17(3), 147–155.

Pemerintah Provinsi Papua Barat. (2022). The utilization of wild animals in Mubri Wariori Village. Jurnal Provinsi Papua Barat. https://jurnal.papuabaratprov.go.id

Rahmawati, D., & Sari, N. (2023). Potensi biodiversitas dari etnozoologi Pulau Enggano. Kreatif Jurnal Pendidikan (KJP), 12(2), 45–56. https://ejournal.upi.edu/index.php/kjp

Redford, K. H., & Robinson, J. G. (1987). The game of choice: Patterns of Indian and colonist hunting in the Neotropics. American Anthropologist, 89(3), 650–667. https://doi.org/10.1525/aa.1987.89.3.02a00040

Robinson, J. G., & Bennett, E. L. (Eds.). (2000). Hunting for sustainability in tropical forests. Columbia University Press.

Sultani, Z. I. M., et, al. (2022). Kegiatan berburu dan meramu sebagai nilai tradisi prasejarah masyarakat Papua dalam menjaga keseimbangan lingkungan hidup. Jurnal Sosial Humaniora Papua, 4(2), 77–88.

Yuni, M. (2020). Peran simbolik burung mambruk dalam budaya masyarakat Papua. Jurnal Antropologi Indonesia, 41(1), 45–56.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-13

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Etnozologi Suku Maybrat : Cara Berburu Satwa Liar dan Pemanfaatannya di Distrik Moswaren Sorong Selatan. (2026). Igya Ser Hanjop: Jurnal Pembangunan Berkelanjutan, 8(1), 35-45. https://doi.org/10.47039/ish.8.2025.35-45