Herpetofauna dari Hutan Desa Ubadari, Fakfak: Keanekaragaman, Kepadatan, dan Upaya Konservasi

Abstrak

Hutan Desa Ubadari sebagai hábitat penting herpetofauna (amfibi dan reptil). Ekosistim hutan desa ini berada pada struktur geomorfologi tanah dan batuan dengan cekungan-cekungan cukup dalam, goa-goa vertikal serta aliran-aliran air pada kali kecil yang sering menghilang airnya. Variasi struktur geomorfologi ini tentunya sangat mempengaruhi distribusi, keragaman, dan kelimpahan spesies herpetofauna. Tujuan survey ini adalah menginventarisir spesies herpetofauna yang terdapat di Hutan Desa Ubadari, FakFak. Survei ini menggunakan metode VAES (Visual Audio Encounter Survey) pada transek sepanjang 2000-meter dalam Hutan Desa Ubadari. Metode patch sampling juga digunakan untuk mengunjungi habitat-habitat diluar transek. Reptil dan amfibi dikoleksi langsung meng­gunakan tangan pada siang dan malam hari. Wawancara langsung dengan beberapa anggota masyarakat setempat untuk mengetahui spesies reptil dan amfibi yang sering dijumpai bahkan mungkin dibunuh secara sengaja maupun tidak sengaja. Total 45 spesies herpetofauna telah terekam dalam survei yang dilakukan selama 14 hari terhitung 2-15 Februari 2021. Sebanyak 15 spesies katak meliputi famili Hylidae, Microhylidae, dan Ranidae. Sedangkan reptil tercatat sebanyak 30 spesies yang meliputi enam famili yakni Scincidae, Geckonidae, Varanidae, Colubridae, Pythonidae, dan Elapidae. Walaupun data  ini cukup menggambarkan potensi Hutan Desa Ubadari sebagai basis habitat spesies herpetofauna namun diduga masih ada spesies herpetofauna lainnya yang belum dijumpai saat survei ini. Hutan Desa Ubadari sangat penting bagi pelestarian katak dan reptil sehingga perlu dikelola secara bijaksana.

 

https://doi.org/10.47039/ish.3.2021.159-176
PDF

Referensi

Allison, A. (2006). Reptiles and Amphibians of the Trans-Fly Region, New Guinea. http://pbs.bishopmuseum.org/pdf/trans-fly-r.pdf

Böhme, W., & Jacobs, H. . (2001). Varanus macraei sp. n., eine neue Waranart der V. prasinus-Gruppe aus West Irian, Indonesien. Herpetofauna, 233(133), 5–10.

Brown, W. C. (1991). Lizards of the Genus Emoia (Scincidae) with Observations on their Evolution and Biogeography. Memoirs of the California Academy of Sciences., 15, 1–94. https://www.biodiversitylibrary.org/part/74985

Buden, D. W. (2000). The Reptiles of Pohnpei, Federated States of Micronesia. Micronesica, 32(2), 155–180. https://micronesica.org/sites/default/files/10_buden_pohn.pdf

Günther, R., Richards, S. J., Tjaturadi, B., & Krey, K. (2020). Two New Microhylid Frog Species of the Genus Xenorhina Peters, 1863 from the Raja Ampat Islands, Indonesia. Vertebrate Zoology, 17(3), 333–347. https://doi.org/10.26049/VZ70-3-2020-06

Günther, R., Richards, S., Tjaturadi, B., & Krey, K. (2015). Two new species of the genus Cophixalus from the Raja Ampat Islands west of New Guinea (Amphibia, Anura, Microhylidae). Zoosyst, 91(2), 199–213. https://doi.org/10.3897/zse.91.5411

IUCN. (2021). IUCN Red List of Threatened Species. Iucn.Org. https://www.iucn.org/resources/conservation-tools/iucn-red-list-threatened-species

Jacobs, H. J. (2003). A Further New Emerald Tree Monitor Lizard of the Varanus Prasinus Species Group from Waigeo, West Irian (Squamata: Sauria: Varanidae). Salamandra, 39(2), 65–74. https://www.salamandra-journal.com/index.php/home/contents/2003-vol-39/1476-jacobs-h-j/file

Karkkainen, D. T., Richards, S. J., Kraus, F., Tjaturadi, B., Krey, K., & Oliver, P. M. (2020). A new species of small Lepidodactylus (Squamata: Gekkonidae) from Salawati Island, Indonesia. Israel Journal of Ecology and Evolution, 66(3–4), 180–189. https://doi.org/10.1163/22244662-BJA10001

Koch, A., Eidenmüller, B., Köhler, J., & Wicker, R. (2017). New findings on the relationships among New Guinea tree monitor lizards of the Varanus prasinus (Schlegel, 1839) complex (Squamata: Sauria: Varanidae). Herpetozoa, 30(1), 9–20.

Krey, K, & Dumutu, Y. (2010). Keanekaragaman Herpetofauna dalam Konsesi PT. Manokwari Mandiri Lestari, Bintuni, Papua Barat.

Krey, K, & Wairey, P. (2020). Survey Herpetofauna dari Sungai Kwoor.

Krey, Keliopas. (2011). Survei Keanekaragaman Herpetofauna di lokasi Konsesi PT. BCN Maybrat.

Krey, Keliopas. (2014). Inventarisasi Herpetofauna di Biak, Yapen dan Mamberamo.

Krey, Keliopas. (2015, March 4). Phobia Ular, Konservasi, dan Kearifan Lokal di Papua . Warta Herpetofauna, 06.

Krey, Keliopas. (2018). Herpetofauna Supiori: Analisis Keanekaragaman, Kelimpahan Populasi, Endemisme, Status Konservasi, dan Ancaman Spesies.

Krey, Keliopas, & Burwos, H. (2019a). Herpetofauna Fak Fak. Prosiding Seminar Nasional MIPA UNIPA, 4(1), 11–28. https://prosiding.fmipa.unipa.ac.id/index.php/SNMIPAUNIPA/article/view/26

Krey, Keliopas, Taran, D., & Burwos, H. (2020). The Snakes Collection from Papua, Indonesia with Notes on Analysis of Stomach Content . VOGELKOP: Jurnal Biologi, 2(1), 36–45. http://lipi.go.id/publikasi/the-snakes-collection-from-papua-indonesia-with-notes-on-analysis-of-stomach-content/39345

Kurniati, H. (2003). Amfibia dan Reptilia Cagar Alam Gunung Supiori, Biak-Numfor: Daerah Korido dan Sekitarnya. Berita Biologi, 6(5), 691–697. https://doi.org/10.14203/BERITABIOLOGI.V6I5.1194

Kusrini, M., & Hasanah, A. (2007). Herpetofauna di Areal Konsesi BP LNG Tangguh dan Babo, Teluk Bintuni, Papua. Institut Pertanian Bogor.

Magurran, A. E. (2013). Ecological Diversity and Its Measurement. In Berilustrasi (Ed.), Springer Science & Business Media. Springer Science & Business Media.

Marshall, A. J., & Beehler, B. M. (2009). The Ecology of Papua. In The Quarterly Review of Biology (Parts One, Vol. 4). Tuttle Publishing. https://doi.org/10.1086/598266

Mayabubun, B. L. M. (2010). Inventarisasi Jenis Amphibi di sekitar Teluk Bintuni. Universitas Negeri Papua.

Menzies, J. I. (1976). Handbook of Common New Guinea Frogs. Wau Ecology Institute .

O’shea, M. (1996). A Guide to the Snakes of Papua New Guinea (1st editio). Independent Pub.

Odum, E. P. (1996). Dasar-Dasar Ekologi. UGM Press.

Oliver, P., Tjaturadi, B., Mumpuni, Krey, K., & Richards, S. (2008). A New Species of Large Cyrtodactylus (Squamata: Gekkonidae) from Melanesia. Zootaxa 1894, Oktober, 59–68. http://www.academia.edu/download/32720481/cyrtodactylus_zugi.pdf

Philipp, K., & Philipp, D. (2007). The Monitor Lizards of Papua (The Ecolog). Periplus editions.

Richards, S. J., Oliver, P. M., Krey, K., & Tjaturadi, B. (2009). A new species of Litoria (Amphibia: Anura: Hylidae) from the foothills of the Foja Mountains, Papua Province, Indonesia. Zootaxa, 2277(1), 1–13. https://doi.org/10.11646/zootaxa.2277.1.1

Richards, S., Tjaturadi, B., Krey, K., & Donnellan, S. (2021). A new stream-dwelling frog of the genus Litoria Tschudi, 1838 (Anura: Pelodryadidae) from Salawati Island, Indonesia. In Biodiversity, biogeography and nature conservation in Wallacea and New Guinea (Vol. 14, pp. 19–33). Entomological Society of Latvia.

Tangguh LNG. (2003). Flora and Fauna Survey of The Tangguh LNG Site Papua Province, Indonesia.

Tyler, D. (1999). A Bright Future. Improving Schools, 2(1), 44–47. https://doi.org/10.1177/13654802990020011

Creative Commons License

Karya ini dilisensikan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.