Intensitas Kerusakan Penyakit Darah Pisang di Kampung Bowi Subur SP VI Distrik Masni Kabupaten Manokwari

Penulis

  • Nelson Paskal Weyai Universitas Papua
  • Maria Justina Sadsoeitoeboen Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Papua
  • Fajar Ria Dwi Natalia Sianipar Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Papua
  • Simon Sutarno
  • Agatha Cecilia Maturbongs Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Papua

DOI:

https://doi.org/10.47039/ish.4.2022.125-136

Kata Kunci:

penyakit darah pisang, varietas pisang, Kabupaten Manokwari

Abstrak

Petani pisang di Indonesia mengalami kerugian akibat serangan penyakit darah pisang. Distrik Masni Kabupaten Manokwari adalah salah satu distrik yang mengalami penurunan produksi pisang. Melalui penelitian ini dilakukan analisis varietas-varietas pisang yang terserang penyakit darah pisang (Blood Disease Bacterium) di Kampung Bowi Subur, Distrik Masni Kabupaten Manokwari. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan teknik observasi gejala penyakit yang muncul pada organ tanaman pisang dan wawancara dengan petani pisang. Hasil penelitian menunjukan sebanyak 7 varietas pisang yang terserang penyakit darah pisang. Tingkat kerusakan yang ditemukan pada setiap varietas pisang berbeda-beda. Varietas pisang yang menunjukan gejala penyakit dengan tingkat kerusakan ˃70% yaitu pisang kepok (Musa balbisiana), pisang raja (Musa paradisiaca), pisang mulin (Musa acuminata), varietas dengan tingkat kerusakan >30-70% yaitu pisang tanduk (Musa paradisiaca), pisang susu (Musa acuminata), pisang ambon (Musa acuminata), varietas dengan tingkat kerusakan ˂ 30% yaitu pisang lilin (Musa acuminata).

Referensi

Aisyah, I. 2020. Kultur Jaringan Pisang Kepok Tanjung (Tidak Berjantung) Yang Tahan Terhadap Penyakit Darah (Raslstonia syzygii subsp. celebensis). Edisi 1. Yogyakarta. Deppublish.

Cahyono, B. 2009. Pisang Usaha Tani Dan Penanganan Pasca Panen. Revisi Kedua. Yogyakarta. Kanisius.

Davisa, R. I., Feganb, M., Tjahjonoc, B., & Rahammad, S. (2000). An outbreak of blood disease of banana in Irian Jaya , Indonesia. 29(March), 2000.https://www.proquest.com

Edy, N., Subandiyah, S., Sumardoyino, C., & Widada, J. (2011). Characterization And Rapid Detection Of Blood Disease Bacterium. Perlindungan Tanaman Indonesia, 17(1), 26–30.https://www.researchgate.net/ Characterization_and_rapid_detection_of_blood_disease_bacterium_on_banana_and_plantain

Fitriyanti, D., & Aphrodyanti, L. (2016). A Molecular Diagnostic For Wilt Diseases Of Banana In South Kalimantan , Indonesia. 2(1), 1–6. http://twj.ulm.ac.id/index.php/twj/article/view/22

Institute, I. P. G. R. (1996). Descriptors for Banana (Musa spp.). https://books.google.co.id/books/International Plant Genetic Resources Institute. 1996 Descriptors for Banana (Musa spp.)

Kasutjianingati, K. (2021). Mikropropagasi Pisang Mas Kirana ( Musa acuminata L) Memanfaatkan Bap Dan Naa Secara In-Vitro. 3(1), 60–64. https://sipora.polije.ac.id/4758/

Leiwakabessy, C. (2003). Potensi Beberapa Jenis Serangga Dalam Penyebaran Penyakit Darah Pisang (Ralstonia solanacearum Yabuuchi et al.). Jurnal Pertanian Kepulauan, 2(2), 137–145. https://www.researchgate.net

Manokwari, B. K. (2016). Kabupaten Manokwari dalam Angka 2017 (E. Kristanto, ed.). https://doi.org/11020001.9105

Riastiwi. (2017). Jurnal Mikologi Indonesia. Jurnal Mikologi Indonesia, 1(1), 38–44. www.jmi.mikoina.or.id

Valmayor, R. V., Jamaluddin, S. H., Silayoi, B., Kusumo, S., Danh, L. D., Pascua, O. C., & Espino, R. R. C. (2000). Banana Cultivar Names and Synonyms inSoutheasAsia. https://books.google.co.id/books/Banana Cultivar Names Synonyms Southeast Asia.

Unduhan

Diterbitkan

2022-12-12

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Intensitas Kerusakan Penyakit Darah Pisang di Kampung Bowi Subur SP VI Distrik Masni Kabupaten Manokwari. (2022). Igya Ser Hanjop: Jurnal Pembangunan Berkelanjutan, 4(2), 125-136. https://doi.org/10.47039/ish.4.2022.125-136

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama