Pengobatan Tradisional Menggunakan Rhamnus angustifolia oleh Masyarakat Dueibei Kabupaten Manokwari

Authors

  • Yulike Muid Faculty of Forestry, UNIPA
  • Bernadetta Sadsoeitoeboen Faculty of Forestry, UNIPA
  • Novita Panambe Faculty of Forestry, UNIPA
  • Krisma Lekitoo BRIN
  • Francina Kesaulija Unipa
  • Dina Arung Padang

DOI:

https://doi.org/10.47039/ish.6.2024.35-42

Keywords:

pengobatan tradisional, Rhamnus angustifolia, Kampung Dueibei

Abstract

One of the potential uses of the forest product is the use of forest plant materials as traditional medicine. The people of Dueibei Village, Warmare District, Manokwari Regency have been using traditional medicine for a long time. This study aims to determine the utilization process and parts of the Rhamnus angustifolia plant used as medicinal ingredients in the labor process. This research was conducted in the Dueibei Village of Warmare District Manokwari Regency. The method used the descriptive method with interview and observation techniques. The results showed the process of utilizing Rhamnus Angustifolia from the family of Rhamnaceae by making a concoction of soaked plant parts to be drunk and applied to the abdomen of patients waiting for the labor process. The part of the plant used is the inner bark tree that has been removed and crushed.

References

Bahalwan, F., & Mulyawati, N. Y. (2018). Tumbuhan Herbal dan Cara Pengolahannya (Studi Kasus di Negeriluhutuban Kecamatan Kepulauan Manipa Kabupaten Seram Bagian Barat). Biosel: Biology Science and Education, 7(2), 162. https://doi.org/10.33477/bs.v7i2.653

Cámara-Leret, R., Frodin, D. G., Adema, F., Anderson, C., Appelhans, M. S., Argent, G., Arias Guerrero, S., Ashton, P., Baker, W. J., Barfod, A. S., Barrington, D., Borosova, R., Bramley, G. L. C., Briggs, M., Buerki, S., Cahen, D., Callmander, M. W., Cheek, M., Chen, C.-W., … van Welzen, P. C. (2020). New Guinea has the World’s Richest Island Flora. Nature, 584(7822), 579–583. https://doi.org/10.1038/s41586-020-2549-5

Dewoto, H. R. (2007). Pengembangan Obat Tradisional Indonesia Menjadi Fitofarmaka: Untuk Pemanfaatan pada Pelayanan Kesehatan. UI Press.

Firmansyah, E. K. (2017). Kearifan Lokal dalam Pengobatan Tradisional Masyarakat Desa Lumbungsari Kec. Lumbung Kabupaten Ciamis. Metahumaniora, 7(1), 65–81. https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v7i1.23329

Fuadi, T. M. (2017). Etnobotani Dan Identifikasi Tumbuhan Obat Bagi Ibu Pascamelahirkan di Desa Krueng Kluet Kecamatan Kluet Utara Aceh Selatan. Prosiding Seminar Nasional Biologi, Teknologi Dan Kependidikan, 5(1), 280–288. https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/PBiotik/article/view/2161

Harmida, H., Sarno, S., & Yuni, V. F. (2011). Studi Etnofitomedika di Desa Lawang Agung Kecamatan Mulak Ulu Kabupaten Lahat Sumatera Selatan. Jurnal Penelitian Sains (JPS), 14(1), 42–46. https://ejurnal.mipa.unsri.ac.id/index.php/jps/article/view/126

Hidayat, S. (2005). Ramuan Tradisional ala 12 Etnis Indonesia. Penebar Swadaya.

Marpaung, D. R. A. K. (2018). Tumbuhan Obat Dan Kearifan Lokal Masyarakat Di Sekitar Kawasan TNBG, Desa Sibanggor Julu, Kabupaten Mandailing Natal. Jurnal Biosains, 4(2), 85–91. https://doi.org/10.24114/jbio.v4i2.10295

Maruzy, A., & Mujahid, R. (2019). Conservation Status of Medicinal Plants from Papua and West Papua Province (Indonesia). Media Konservasi, 24(2), 114–123. https://doi.org/10.29244/medkon.24.2.114-123

Noorcahyati. (2012). Tumbuhan Berkhasiat Obat Etnis Asli Kalimantan,” Balai Penelitian Tekologi Konservasi Sumber Daya Alam. Balai Penelitian Tekologi Konservasi Sumber Daya Alam. https://samboja.bsilhk.menlhk.go.id/wp-content/uploads/2013/02/Buku-Tumbuhan-Berkhasiat-Obat-Etnis-Asli-Kalimantan-kcl.pdf

Sukandar, E. Y. (2004). Trend dan Paradigma Dunia Farmasi Industri-Klinik-Teknologi Klinik Industri-Klinik-Teknologi Klinik Kesehatan. Pidato Ilmiah Dies Natalis ITB Ke 45, 14. https://www.itb.ac.id/files/focus_file/orasi-ilmiah-dies-45.pdf

Suparni, I., & Wulandari, A. (2012). Herbal Nusantara: 1001 Ramuan Tradisional Asli Indonesia. Rapha Publishing.

Utama, I. M. S., & Kohdrata, N. (2011). Konservasi Keanekaragaman Hayati dengan Kearifan Lokal. Udayana University Press. https://www.researchgate.net/publication/311509510_Konservasi_Keanekaragaman_Hayati_dengan_Kearifan_Lokal

Wahyono, S. (2013). Laporan Nasional Eksplorasi Pengetahuan Lokal Etnomedisin dan Tumbuhan Obat di Indonesia Berbasis Komunitas 2013. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan.

Wakhidah, A. Z., Pratiwi, I., & Azzizah, I. N. (2017). Studi Pemanfaatan Tumbuhan Sebagai Bahan Obat Oleh Masyarakat Desa Marimabate Di Kecamatan Jailolo, Halmahera Barat. Jurnal Pro-Life, 4(1), 275–286. http://ejournal.uki.ac.id/index.php/prolife/article/view/267

Walujo, E. B. (2000). Penelitian Etnobotani Indonesia Dan Peluangnya Dalam mengungkap Keanekaragaman Hayati. Penebar Swadaya.

Wibowo, R. A., & Wahyono, S. (2017). Laporan Nasional Eksplorasi Pengetahuan Lokal Etnomedisin dan Tumbuhan Obat di Indonesia Berbasis Komunitas di Indonesia. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. https://bitly.cx/m32O

Wijayakusuma, & Bayu, H. M. H. (2008). Ramuan Lengkap Herbal Taklukan Penyakit. Puspa Bunda.

Winarto, W. P. (2007). Tanaman Obat Indonesia Untuk Pengobat Herbal. Karyasar Herba Media.

Published

2024-06-19

Issue

Section

Articles

How to Cite

Pengobatan Tradisional Menggunakan Rhamnus angustifolia oleh Masyarakat Dueibei Kabupaten Manokwari. (2024). Igya Ser Hanjop: Jurnal Pembangunan Berkelanjutan, 6(1), 35-42. https://doi.org/10.47039/ish.6.2024.35-42