Potensi dan Pengembangan Hutan Desa Ubadari Berbasis Ekowisata Keanekaragaman Jenis Burung di Kabupaten Fakfak

Abstrak

Survei burung dilakukan di Kampung Ubadari, Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat bertujuan untuk (1) mengetahui keanekaragaman burung, distribusi dan potensinya pada berbagai tipe habitat di hutan desa Ubadari; (2) menentukan tingkat pemanfaatan dan pengetahuan masyarakat setempat tentang burung; (3) mengevaluasi potensi burung yang dapat dijadikan objek wisata dan memberikan rekomendasi untuk pengembangan ekowisata burung; dan (4) menyediakan rekomendasi sebagai arahan untuk persiapan Rencana Pengelolaan Hutan Desa (RPHD). Metode pengamatan menggunakan unit contoh kombinasi transek garis sepanjang 2 km dengan 11 Variable Circular Plot (VCP), selain itu metode titik (Point Count) digunakan di luar jalur transek. Hasil penelitian menemukan sebanyak 134 spesies burung pada Hutan Sekunder Tua (HST), 141 spesies burung pada Hutan Primer (HP), dan 141 spesies burung pada Hutan Campuran (HC). Indeks keanekaragaman (H’) spesies burung pada (HST = 2,037), (HP = 2,053), dan (HC = 2,057) menunjukkan keanekaragaman spesies burung yang sedang. Indeks Kemerataan (E) pada ketiga lokasi adalah (HST = 0,65), (HP= 0,63) dan (HC = 0,68) menunjukkan kemerataan spesies yang sedang. Indeks kekayaan spesies (R) pada ketiga lokasi adalah (HST = 43,1), (HP = 43,2), dan (HC = 46,1) menunjukkan kualitas ekologi yang sedang pada HST dan HP tetapi meningkat pada HC. Sedangkan Nilai Kesamaan Spesies (IS) antara masing-masing lokasi: HST versus HP sebesar 97,84%, HST versus HC sebesar 97,84%, dan HP versus HC sebesar 100% menunjukkan terdapat kesamaan spesies burung pada ketiga lokasi. Dengan melihat potensi keanekaragaman hayati terutama burung yang terdapat di hutan Ubadari maka disarankan pengembangan konsep ekowisata burung dan hutan pendidikan biologi dengan melibatkan masyarakat dalam pengelolaan hutan desa di Ubadari.

https://doi.org/10.47039/ish.3.2021.97-112
PDF

Referensi

Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Jeneberang Walanae. (2010). Laporan Hasil Kegiatan Fasilitasi Penyusunan Rencana Kerja Hutan Desa.

Brower, J. E., Zar, J. H., & Ende, C. von. (1998). Field and Laboratory Methods for General Ecology. McGraw-Hill. http://lib.ui.ac.id

Bujoczek, M., Rybicka, J., & Bujoczek, L. (2020). Effects of disturbances in a subalpine forest on its structural indicators and bird diversity. Ecological Indicators, 112(July 2019). https://doi.org/10.1016/j.ecolind.2020.106126

Dias, D. F. C., Ribeiro, M. C., Felber, Y. T., Cintra, A. L. P., de Souza, N. S., & Hasui, É. (2016). Beauty before age: Landscape factors influence bird functional diversity in naturally regenerating fragments, but regeneration age does not. Restoration Ecology, 24(2), 259–270. https://doi.org/10.1111/rec.12293

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Nias Selatan. (2002). Ekowisata: Panduan Dasar Pelaksanaan. UNESCO: Environmental Sciences Unit.

Ens, E. J., Pert, P., Clarke, P. A., Budden, M., Clubb, L., Doran, B., Douras, C., Gaikwad, J., Gott, B., Leonard, S., Locke, J., Packer, J., Turpin, G., & Wason, S. (2015). Indigenous biocultural knowledge in ecosystem science and management : Review and insight from Australia. Biological Conservation, 181, 133–149. https://doi.org/10.1016/j.biocon.2014.11.008

Fachrul, M. F. (2008). Metode Sampling Bioekologi. In Bumi Aksara. Bumi Aksara.

Marshall, A. J., & Beehler, B. M. (2009). The Ecology of Papua. In The Quarterly Review of Biology (Parts One, Vol. 4). Tuttle Publishing. https://doi.org/10.1086/598266

Muin, N., & Hapsari, E. (2014). Hutan Desa Kabupaten Bantaeng dan Manfaatnya bagi Masyarakat. Buletin Eboni, 11(1), 27–36. https://doi.org/10.20886/BULEBONI.5030

Müller, K. (2005). Keragaman Hayati Tanah Papua. Kerjasama Universitas Negeri Papua dan Dinas Pendidikan dan Pengajaran, Provinsi Papua.

Petocz, R. G., & Raspado, G. P. (1987). Konservasi Alam dan Pembangunan di Irian Jaya : strategi pemanfaatan sumber daya alam secara rasional. Grafiti Pers.

Pratt, T. K., Beehler, B. M., Anderton, J. C., & Kókay, S. (2014). Birds of New Guinea: Second Edition. In Princeton Field Guides (Illustrated, p. 528). Princeton University Press.

Putri, I. A. S. L. P. (2015). Submontane Forest at Bantimurung Bulusaraung National Park: Hotspot of Bird Diversity and its Management Conservation. Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea, 4(2), 115–128. https://doi.org/10.18330/JWALLACEA.2015.VOL4ISS2PP115-128

Satria, D. (2009). Strategi Pengembangan Ekowisata Berbasis Ekonomi Lokal dalam Rangka Program Pengentasan Kemiskinan di Wilayah Kabupaten Malang. Journal of Indonesian Applied Economics, 3(1), 1–2009. https://doi.org/10.21776/ub.jiae.2009.003.01.5

Setiahadi, R., Pratiwi, D., & Ratnaningtyas, D. (2017). Deliberation process analysis of community based forest management policies implementation in Indonesia. International Journal on Advanced Science, Engineering and Information Technology, 7(3), 1076–1082. https://doi.org/10.18517/ijaseit.7.3.2127

Ungirwalu, A., Arobaya, A. Y. S., Tokede, M. J., Peday, M. H., Padang, D. A., Tasik, S., & Mardiyadi, Z. (2019). Konstruksi Etnoteknokonservasi Burung Pintar (Amblyornis Inornata) di Kawasan Cagar Alam Pegunungan Arfak Antoni. IGYA SER HANJOP, 1(1), 1–9. https://doi.org/10.47039/ish.1.2019.1-9

Widodo, W. (2016). Distribusi dan Keragaman Spesies Burung Sebaran Terbatas di Taman Nasional Alas Purwo, Jawa Timur. Proceeding Biology Education Conference, 13(1), 690–700.

Widyasari, K., Hakim, L., & Yanuwiadi, B. (2013). Kajian Jenis - Jenis Burung Di Desa Ngadas Sebagai Dasar. Journal of Indonesian Tourism and Development Studies, 1(3).

Creative Commons License

Karya ini dilisensikan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.