Abstrak
Indonesia terkenal dengan keragaman ubi jalar yang tinggi dan tersebar pada berbagai wilayah. Ubi jalar ungu merupakan salah satu tanaman yang banyak dibudidayakan selain bewarna putih, orange dan merah. Perlu adanya informasi mengenai keragaman karakter morfologi dan agronomi ubi jalar untuk pengembangan suatu varietas. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi ubi jalar dengan mengidentifikasi karakter morfologi serta karakter agronomi terhadap genotipe-genotipe ubi jalar berdaging ungu yang tersebar di Papua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter morfologi 5 genotipe ubi jalar lokal berdaging ungu asal Kota Jayapura. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan mengidentifikasi karakter morfologi 5 genotipe ubi jalar. Pengamatan dilakukan terhadap 3 sampel dari setiap satuan percobaan berdasarkan deskripsi Huaman (1991). Variabel penelitian meliputi karakter morfologi daun. Analisis data dilakukan secara tabulasi, gambar. Hasil penelitian menunjukkan terdapat variasi karakter morfologi terhadap 5 genotipe yang diuji. Genotipe yang diuji memiliki warna pucuk daun berwarna hujau muda, hijau keunguan sampai dengan ungu dan warna daun dewasa berwarna hijau. Jumlah cuping daun 1-5 cuping. Tipe cuping daun ramping, sangat ramping sampai dengan dalam. Bentuk daun segitiga sampai dengan bercuping. Tipe pertumbuhan menjalar, sangat menjalar sampai tegak. Bentuk dari pusat cuping daun segitiga sampai berbentuk tombak. Kemampuan melilit cukup melilit, agak melilit dan tidak melilit.
Referensi
Anjeli, D. N., Sulistyowati, H., & Arifin, N. (2025). Pengaruh pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan hasil ubi jalar ungu di tanah podsolik merah kuning. Jurnal Agro Khatulistiwa, 3(2), 112–127. https://jurnal.untan.ac.id/index.php/agrokha
Badan Pusat Statistik Papua Barat. (2016). Luas panen, produksi dan produktivitas ubi kayu di Papua Barat. BPS Papua Barat.
Badrun, Y. F. A., Sudjatmiko, S., & Nurjanah, U. (2022). Klasifikasi morfologi dan hasil tanaman ubi jalar di Kabupaten Rejang Lebong. Prosiding Seminar Nasional Pertanian Pesisir (SENATASI), 1(3), 131–137. https://semnas.bpfpunib.com/index.php/SENATASI/article/download/45/38
Dewi, R., Utomo, S. D., Kamal, M., Timotiwu, P. B., & Nurdjanah, S. (2019). Genetic and phenotypic diversity, heritability, and correlation between the quantitative character on 30 sweet potato germplasms in Lampung, Indonesia. Biodiversitas Journal of Biological Diversity, 20(2), 380–386. http://repository.lppm.unila.ac.id/31161/1/Similarity%20Genetic_and_phenotypic.pdf
Dewi, R., & Nurman. (2015). Karakterisasi morfologi dan kandungan gula beberapa plasma nutfah ubi jalar lokal Lampung. Prosiding Seminar Nasional Swasembada Pangan, Politeknik Negeri Lampung, 117–124. https://jurnal.polinela.ac.id/PROSIDING/article/view/520/387
Hariadi, H., Silvia, E., & Widiawati. (2019). Aplikasi ekstrak serbuk ubi jalar ungu (Ipomea batatas L.) terhadap karakteristik kimia, uji organoleptik dan aktivitas antioksidan pada mie basah. Jurnal Ilmu Pertanian, 1(2), 61–66. http://ejournal.uicm-unbar.ac.id/index.php/composite
Hidayatun, N., Chaerani, C., & Utami, D. W. (2011). Sidik jari DNA 88 plasma nutfah ubi jalar di Indonesia berdasarkan delapan penanda SSR. Jurnal Agro Biogen, 7(2), 119–127. https://doi.org/10.21082/jbio.v7n2.2011.p119-127
Huamán, Z. (1991). Descriptors for sweet potato. CIP, AVEDC, IBPGR.
Huamán, Z. (1997). Sweetpotato germplasm management: Training manual. International Potato Center.
Maharani, I. P., & Soeka, Y. S. (2023). Komposisi nutrisi, kandungan senyawa bioaktif dan uji hedonik kue tepung ubi ungu fermentasi (Ipomoea batatas cultivar Ayamurasaki). Jurnal Biologi Indonesia, 19(1), 43–56. https://jurnalbiologi.perbiol.or.id/storage/journal/83dea593-ae39-429c-8eb7-0ea46f2fc724/journal-06042023020617.pdf
Merahabia, P. A., Prabawardani, S., Mawikere, L., & Linggi, M. I. (2025). Keragaman genotipe dan daya hasil ubi jalar lokal asal Papua. Igya Ser Hanjop: Jurnal Pembangunan Berkelanjutan, 7(1), 1–11. https://jurnal.papuabaratprov.go.id/index.php/ish/article/view/136
Noer, R. M., Juliana, T., Maulani, R. G., Nababan, A. N., Nurlince, N., & Tuwanakotta, M. (2022). Pemanfaatan ubi jalar ungu dengan inovasi cookies sebagai alternatif snack diabetes melitus. Gervasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 6(1), 250–257. https://journal.upgripnk.ac.id/index.php/gervasi/article/view/3634
Pehulisa, A., Pato, U., & Rossi, E. (2016). Pemanfaatan tepung ubi jalar ungu dan tepung kulit ari kacang kedelai dalam pembuatan flakes. JOM Faperta, 3(1), 1–10. https://jom.unri.ac.id/index.php/JOMFAPERTA/article/view/9587/9251
Prayudha, H. N., Debby Ustari, H. M., Rostini, N., & Karuniawan, A. (2019). Keragaman genetik klon ubi jalar ungu berdasarkan karakter morfologi dan agronomi. Buletin Palawija, 17(2), 94–101. https://www.researchgate.net/publication/337184591_Keragaman_Genetik_Klon_Ubi_Jalar_Ungu_Berdasarkan_Karakter_Morfologi_dan_Agronomi
Somera, A., Ragagnin, A. L. S. L., Costa, M. L., Candido, W. dos S., & dos Reis, E. F. (2018). Inbreeding depression and performance of partially self-fertilized maize progenies in a top cross. Chilean Journal of Agricultural Research, 78(3), 318–326. https://doi.org/10.4067/S0718-58392018000300318
Syukur, M., Sujiprihati, S., Yunianti, R., & Nida, K. (2011). Pendugaan komponen ragam, heritabilitas dan korelasi untuk menentukan kriteria seleksi cabai (Capsicum annuum L.) populasi F5. Jurnal Hortikultura Indonesia, 1(3), 74–80. https://journal.ipb.ac.id/index.php/jhi/article/view/11353
Walneg, Z. F., & Marliyati, S. A. (2022). Substitusi tepung ubi jalar ungu sebagai sumber serat dan antioksidan pada flaky crackers untuk remaja. Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik, 1(2), 127–134. https://journal.ipb.ac.id/index.php/jgizidietetik/article/view/41715
Wulandari, Y., & Handayani, O. W. K. (2024). Cookies ubi jalar ungu sebagai jajanan pangan lokal untuk anak usia sekolah. Indonesian Journal of Public Health and Nutrition, 4(2), 252–260. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/IJPHN

Karya ini dilisensikan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
