Analisis Keragaman Pohon dan Potensi Hutan pada Tiga Hutan Desa di Papua Barat

Abstrak

Penelitian ini menganalisis keragaman potensi hasil hutan kayu (HHK) dan hasil hutan bukan kayu (HHBK) pada tiga Hutan Desa (HD) di Papua Barat: Senderawoi, Wartutin, dan Tanggaromi. Pengambilan sampel vegetasi dilakukan pada 25 plot berukuran 20 × 20 m, dengan indeks Shannon–Wiener digunakan untuk menghitung keragaman hayati. Penyusunan peta kerja dilakukan melalui teknik tumpang susun (layout) berbagai peta tematik biofisik, diikuti dengan proses query untuk menentukan zona berdasarkan kriteria sesuai peraturan yang berlaku. Wawancara dengan tokoh masyarakat dilakukan untuk mengidentifikasi pemanfaatan HHBK. Penentuan jenis kayu mengacu pada Peraturan Menteri Kehutanan RI No. 163/Kpts-II/2003. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga HD memiliki keanekaragaman hayati tinggi, dengan berbagai jenis tumbuhan bernilai ekonomi dan ekologis. Tutupan lahan didominasi hutan primer, terutama di Tanggaromi, yang mengindikasikan kondisi ekosistem yang relatif baik. HHBK yang umum dimanfaatkan mencakup tanaman obat, tanaman hias, bahan pangan, dan bahan kerajinan. Namun, potensi HHBK untuk pengembangan ekonomi berkelanjutan masih terbatas, kecuali di HD Wartutin yang memiliki komoditas pala. Pengembangan agroforestri direkomendasikan untuk meningkatkan potensi HHBK, khususnya di HD Tanggaromi dan HD Senderawoi.

https://doi.org/10.47039/ish.7.2025.125-141
PDF

Referensi

Campbell, P., Comiskey, J., Alonso, A., Dallmeier, F., Nuñez, P., Beltran, H., Baldeon, S., Nauray, W., De La Colina, R., Acurio, L., & Udvardy, S. (2002). Modified Whittaker Plots as an Assessment and Monitoring Tool for Vegetation in a Lowland Tropical Rainforest. Environmental Monitoring and Assessment, 76(1), 19–41. https://doi.org/10.1023/A:1015264720284

de Fretes, Rachman, I. A., & Waly, E. (2002). Vegetation of the Dabra area, Mamberamo River Basin,Papua, Indonesia in Richards, S.J & S.Suryadi (eds). 2002 about A Biodiversity Assessment of Yongsu – Cyclops Mountains and the Southern Mamberamo Basin, Papua, Indonesia. RAP Bulletin of Biological Assessment 25.

de Fretes, Y., & Ambriansyah, A. (2023). Keragaman Spesies Pohon dan Pemanfaatannya pada Hutan Desa Kampung Ubadari. Igya Ser Hanjop: Jurnal Pembangunan Berkelanjutan, 5(1), 13–31. https://doi.org/10.47039/ish.5.2022.13-31

FAO. (2021). Sustainable Forest Management and the Role of Non-Timber Forest Products. Food and Agriculture Organization of the United Nations.

Fatem, S. M., Djitmau, D. A., Ungirwalu, A., Wanma, A. O., Simbiak, V. I., Benu, N. M. H., Tambing, J., & Murdjoko, A. (2020). Species diversity, composition, and heterospecific associations of trees in three altitudinal gradients in Bird’s Head Peninsula, Papua, Indonesia. Biodiversitas Journal of Biological Diversity, 21(8), 3596–3605. https://doi.org/10.13057/biodiv/d210824

Fretes, Y. de, Kameubun, C., Rachman, I. A., Nugroho, J. D., Wally, E., Remetwa, H., Kabiay, M., Suartana, K. G., & Rumahorbo, B. T. (2002). Plant Diversity in Lowland Forests of the Yongsu Area, Papua, Indonesia (No. 1–13; A Biodiversity Assessment of Yongsu - Cyclops Mountains and the Southern Mamberamo Basin, Papua, Indonesia). https://adoc.pub/rap-bulletin-of-biological-assessment-a-biodiversity-assessm.html

Heyne, K. (2007). Tumbuhan berguna Indonesia (Volume 3). Yayasan Sarana Wana Jaya.

Kartasubrata, J. (2000). Hutan Tropis dan Pemanfaatannya di Indonesia. Jakarta. Pustaka Sinar Harapan.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2020). Statistik Hasil Hutan Indonesia Tahun 2020. Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari.

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Perhutanan Sosial, (2021).

Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor SK.3636/MENLHK-PSKL/PKPS/PSL.0/4/2022 tentang Penetapan Hutan Desa Kampung Tanggaromi di Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat, (2022).

Krebs, C. J. (1999). Ecological Methodology (2nd, berilustrasi ed.). Benjamin/Cummings.

Lamprecht, H. (1989). Silviculture in the tropics. Tropical forest ecosystems and their tree species - possibilities and methods for their long-term utilization. TZ-Verlag.

Magurran, A. E. (2004). Measuring Biological Diversity. Wiley-Blackwell.

Martawijaya, A. (2005). Atlas Kayu Indonesia Jilid II. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan Departemen Kehutanan.

Murdjoko, A., Aristone Djitmau, D., Ungirwalu, A., Silas Sinery, A., Setiawati Siburian, R. H., Mardiyadi, Z., Ottow Wanma, A., Frans Wanma, J., Rumatora, A., Yahya Mofu, W., Worabai, D., Lamaek May, N., Mathias Jitmau, M., Frans Mentansan, G. A., Krey, K., Musaad, I., Manaf, M., Abdullah, Y., Mamboai, H., … Lekitoo, K. (2021). Pattern of tree diversity in lowland tropical forest in Nikiwar, West Papua, Indonesia. Dendrobiology, 85, 78–91. https://doi.org/10.12657/denbio.085.008

Odum, E. P. (1996). Dasar-Dasar Ekologi. UGM Press.

Paijmans, K. (1976). New Guinea Vegetation. ANU Press. https://openresearch-repository.anu.edu.au/bitstreams/96a50e7a-0f3a-4ee9-a1da-7e41715802c0/download

Pambudi, A. S. (2020). The Development of Social Forestry in Indonesia: The Journal of Indonesia Sustainable Development Planning, 1(1), 57–66. https://doi.org/10.46456/jisdep.v1i1.11

Repetto, R., & Gillis, M. (1988). Public Policies and the Misuse of Forest Resources (R. Repetto & M. Gillis (eds.)). Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9780511601125

Robiansyah, I. (2018). Diversity and biomass of tree species in Tambrauw, West Papua, Indonesia. Biodiversitas Journal of Biological Diversity, 19(2), 377–386. https://doi.org/10.13057/biodiv/d190204

Sadili, A., Kartawinata, K., Soedjito, H., & Sambas, E. N. (2018). Tree Species Diversity in a Pristine Montane Forest Previously Untouched by Human Activities in Foja Mountains, Papua, Indonesia. Reinwardita, 17(2). https://doi.org/10.14203/reinwardtia.v17i2.3546

Sambodo, M. T., Hidayat, S., Nadjib, M., Suryanto, J., Nurjati, E., Purwanto, P., Rahmayanti, A. Z., & Handoyo, F. W. (2025). Public, Private and Community Inclusive Partnerships (PPCIP): towards a better institutional setting for an Indonesian social forestry program. International Forestry Review, 27(2), 232–247. https://doi.org/10.1505/146554825840044767

Shackleton, S., Shackleton, C., & Shanley, P. (2011). Non-Timber Forest Products in the Global Context (S. Shackleton, C. Shackleton, & P. Shanley (eds.); Vol. 7). Springer Berlin Heidelberg. https://doi.org/10.1007/978-3-642-17983-9

Soerianegara, I., & Lemmens, H. M. J. (1993). Plant Resources of South-East Asia: Timber Trees: Major Commercial Timbers. https://edepot.wur.nl/411143

Soerianegara, I., & Lemmens, R. H. M. . (1994). Plant Resources of South-East Asia No. 5(1): Timber Trees.

Suharjito, D., & Wulandari, C. (2019). A reflection of Social Forestry in 2019: Towards inclusive and collaborative government approaches. Forest and Society, 3(1), 137–140. https://doi.org/10.24259/fs.v3i1.6099

Supriyanto, B., Heriyanto, N. M., & Lekitoo, M. (2014). Struktur dan komposisi jenis hutan dataran rendah di Papua Barat. Jurnal Penelitian Hutan Dan Konservasi Alam, 11(3), 215–228.

Whitmore, T. . (1984). Tropical Rain forests of the Far East. In Journal of Tropical Ecology (2nd edition). CSIRO.

Whitmore, T. . (1998). An Introduction to Tropical Rain Forests. Oxford University Press.

Creative Commons License

Karya ini dilisensikan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.

https://opac.ubpkarawang.ac.id/ https://ejournal.atds.ac.id/ https://home.syafana.sch.id nagitabet Jayaslot idrok c8vip rr777 jkt88 jktwin evip3 rp55 rpvip3 st789 Menangbet na777 svip9 duit8 1toto TOTO919 https://arjunawijaya.prospectpublishing.id/ toto919 https://isleofideas.com/2011/07/13/the-art-of-sleeping/