Abstrak
Petani pisang di Indonesia mengalami kerugian akibat serangan penyakit darah pisang. Distrik Masni Kabupaten Manokwari adalah salah satu distrik yang mengalami penurunan produksi pisang. Melalui penelitian ini dilakukan analisis varietas-varietas pisang yang terserang penyakit darah pisang (Blood Disease Bacterium) di Kampung Bowi Subur, Distrik Masni Kabupaten Manokwari. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan teknik observasi gejala penyakit yang muncul pada organ tanaman pisang dan wawancara dengan petani pisang. Hasil penelitian menunjukan sebanyak 7 varietas pisang yang terserang penyakit darah pisang. Tingkat kerusakan yang ditemukan pada setiap varietas pisang berbeda-beda. Varietas pisang yang menunjukan gejala penyakit dengan tingkat kerusakan ˃70% yaitu pisang kepok (Musa balbisiana), pisang raja (Musa paradisiaca), pisang mulin (Musa acuminata), varietas dengan tingkat kerusakan >30-70% yaitu pisang tanduk (Musa paradisiaca), pisang susu (Musa acuminata), pisang ambon (Musa acuminata), varietas dengan tingkat kerusakan ˂ 30% yaitu pisang lilin (Musa acuminata).
Referensi
Aisyah, I. 2020. Kultur Jaringan Pisang Kepok Tanjung (Tidak Berjantung) Yang Tahan Terhadap Penyakit Darah (Raslstonia syzygii subsp. celebensis). Edisi 1. Yogyakarta. Deppublish.
Cahyono, B. 2009. Pisang Usaha Tani Dan Penanganan Pasca Panen. Revisi Kedua. Yogyakarta. Kanisius.
Davisa, R. I., Feganb, M., Tjahjonoc, B., & Rahammad, S. (2000). An outbreak of blood disease of banana in Irian Jaya , Indonesia. 29(March), 2000.https://www.proquest.com
Edy, N., Subandiyah, S., Sumardoyino, C., & Widada, J. (2011). Characterization And Rapid Detection Of Blood Disease Bacterium. Perlindungan Tanaman Indonesia, 17(1), 26–30.https://www.researchgate.net/ Characterization_and_rapid_detection_of_blood_disease_bacterium_on_banana_and_plantain
Fitriyanti, D., & Aphrodyanti, L. (2016). A Molecular Diagnostic For Wilt Diseases Of Banana In South Kalimantan , Indonesia. 2(1), 1–6. http://twj.ulm.ac.id/index.php/twj/article/view/22
Institute, I. P. G. R. (1996). Descriptors for Banana (Musa spp.). https://books.google.co.id/books/International Plant Genetic Resources Institute. 1996 Descriptors for Banana (Musa spp.)
Kasutjianingati, K. (2021). Mikropropagasi Pisang Mas Kirana ( Musa acuminata L) Memanfaatkan Bap Dan Naa Secara In-Vitro. 3(1), 60–64. https://sipora.polije.ac.id/4758/
Leiwakabessy, C. (2003). Potensi Beberapa Jenis Serangga Dalam Penyebaran Penyakit Darah Pisang (Ralstonia solanacearum Yabuuchi et al.). Jurnal Pertanian Kepulauan, 2(2), 137–145. https://www.researchgate.net
Manokwari, B. K. (2016). Kabupaten Manokwari dalam Angka 2017 (E. Kristanto, ed.). https://doi.org/11020001.9105
Riastiwi. (2017). Jurnal Mikologi Indonesia. Jurnal Mikologi Indonesia, 1(1), 38–44. www.jmi.mikoina.or.id
Valmayor, R. V., Jamaluddin, S. H., Silayoi, B., Kusumo, S., Danh, L. D., Pascua, O. C., & Espino, R. R. C. (2000). Banana Cultivar Names and Synonyms inSoutheasAsia. https://books.google.co.id/books/Banana Cultivar Names Synonyms Southeast Asia.

Karya ini dilisensikan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
