Model Environmentally Sensitive Area (ESA) sebagai Penentu Pola Ruang Kabupaten Kaimana

Abstrak

Kabupaten Kaimana merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Papua Barat yang memiliki peat and mangrove ecosystem (PME). Berdasarkan model environmentally sensitive area (ESA), sebagian besar Kabupaten Kaimana berada di dalam kawasan dengan sensitivitas tinggi. Model ESA dibuat dengan menganalisis 21 kriteria di antaranya adalah mangrove, gambut, kelerengan, elevasi, dan garis pantai. Dua puluh satu kriteria tersebut diberikan bobot dan dijumlahkan lalu diberikan ambang batas sebesar 60% menghasilkan 82% Kawasan sesnsitivitas tinggi di Provinsi Papua Barat. Sensitivitas tinggi yang ditnjukkan model ESA mengindikasikan kerentanan kawasan yang berarti sangat rentan akan bencana alam. Ini berarti kawasan dengan sensitivitas tinggi harus dilindungi.  Saat ini, Kabupaten Kaimana hanya memiliki kawasan lindung sebesar 33,59% yang sangat jauh dari target 70% agar sejalan dengan provinsi konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan Model ESA dengan Pola Ruang eksisiting untuk mendapatkan kawasan lindung minimal 70% sesuai komitmen provinsi konservasi. berdasarkan model ESA, sebagian besar kawasan budidaya di Kabupaten Kaimana memiliki sensitivitas tinggi. Pola Ruang Kabupaten Kaimana yang memiliki 27 jenis digolongkan ke dalam fungsi lindung dan fungsi budidaya dikategorikan kembali menjadi tiga kelas berdasarkan intensitas dominasi manusia. Dengan menggunakan analisis dissolve untuk mengkategorikan pola ruang dan intersect untuk menilai pola ruang menggunakan ESA, didapatkan empat kombinasi, yaitu lindung mutlak, budidaya, tambahan lindung prioritas 1, dan tambahan lindung prioritas 2. Berdasarkan penjumlahan lindung mutlak dengan tambahan lindung prioritas 1 juga lindung prioritas 2, Kabupaten Kaimana harus memiliki kawasan lindung sebanyak 87, 69% atau sedikit-dikitnya sebesar 80,72%.

 

https://doi.org/10.47039/ish.3.2021.37-46
PDF

Referensi

Karminarsih, E. (2007). Pemanfaatan Ekosistem Mangrove bagi Minimasi Dampak Bencana di Wilayah Pesisir. Jurnal Manajemen Hutan Tropika, 13(1), 182–187.

Konom, N. H., Cabuy, R. L., & Wanma, A. O. (2020). Identifikasi Kerusakan Areal Hutan Mangrove Akibat Aktivitas Penduduk di Daerah Airtiba Kabupaten Kaimana. Jurnal Papua Asia, 5(2), 153–163. https://doi.org/10.46703/jurnalpapuasia.Vol5.Iss2.148

Larasati, M. D. (2018). Hutan Produksi: Pengertian, Jenis, Sebaran, dan Peraturan. Foresteract.Com.

Mardiastuti, A. (2008). Ekologi Satwa pada Lanskap yang Didominasi Manusia (Cetakan 1). IPB Press.

Murdiyarso, D., Donato, D., Kauffman, J. B., Kurnianto, S., Stidham, M., & Kanninen, M. (2010). Carbon Storage in Mangrove and Peatland Ecosystems: a Preliminary Account from Plots in Indonesia. https://doi.org/10.17528/cifor/003233

Paino, C. (2018). ICBE 2018: Semangat Papua Barat Sebagai Provinsi Konservasi. Mongabay.Co.Id.

Pariella, T. (2019). Dampak Eksploitasi Sumberdaya Alam Kelautan dan Perikanan terhadap (Kondisi) Sosial Ekonomi Masyarakat. Seminar Nasional Perikanan Dan Kelautan, 1–8.

Polidoro, B. A., Carpenter, K. E., Collins, L., Duke, N. C., Ellison, A. M., Ellison, J. C., Farnsworth, E. J., Fernando, E. S., Kathiresan, K., Koedam, N. E., Livingstone, S. R., Miyagi, T., Moore, G. E., Ngoc Nam, V., Ong, J. E., Primavera, J. H., Salmo, S. G., Sanciangco, J. C., Sukardjo, S., … Yong, J. W. H. (2010). The Loss of Species: Mangrove Extinction Risk and Geographic Areas of Global Concern. PLoS ONE, 5(4), 1–10. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0010095

Sribianti, I. (2008). Valuasi Ekonomi Hutan Mangrove Malili, Kabupaten Luwu Timur. Jurnal Sains Dan Teknologi, 8(2), 186–192.

Syartinilia, Wahyuni, S., Siahainenia, A. J., & Santoso, I. (2019). Environmentally Sensitive Area Models for Supporting West Papua Conservation Province. In T. D. Pham, K. D. Kanniah, K. Arai, G. J. P. Perez, Y. Setiawan, L.

B. Prasetyo, & Y. Murayama (Eds.), Sixth International Symposium on LAPAN-IPB Satellite (p. 146). SPIE. https://doi.org/10.1117/12.2542766

Vulpas, S. (2019). Papua Barat, Provinsi Konservasi Pertama Dunia. Birdsheadseascape.Com.

Creative Commons License

Karya ini dilisensikan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.