Hubungan Faktor Sosial Ekonomi dengan Keragaman Konsumsi Pangan Rumah Tangga di Bentang Laut Kepala Burung Papua

Penulis

  • Fitryanti Pakiding Universitas Papua
  • Ramadhan Tri Admaja Balai Pengawas Obat dan Makanan Manokwari
  • Dariani Matualage Universitas Papua

DOI:

https://doi.org/10.47039/ish.8.2025.59-70

Kata Kunci:

faktor sosial ekonomi, keragaman konsumsi pangan, ketahanan pangan, Bentang Laut Kepala Burung

Abstrak

Keragaman konsumsi pangan merupakan indikator penting dalam menilai ketahanan pangan dan kualitas gizi rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor sosial ekonomi, yaitu pendidikan ibu rumah tangga, jenis penghasilan utama kepala keluarga, kepemilikan aset rumah tangga, dan jarak rumah ke pasar terhadap keragaman konsumsi pangan rumah tangga di wilayah pesisir Kepala Burung Papua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap rumah tangga di delapan wilayah pesisir tersebut. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square untuk menguji hubungan antara variabel sosial ekonomi dengan tingkat keragaman konsumsi pangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel yang diuji memiliki pengaruh signifikan (p<0,05) terhadap keragaman konsumsi pangan rumah tangga. Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi berbasis wilayah dan sosial ekonomi dalam upaya peningkatan ketahanan pangan dan gizi masyarakat pesisir.

Referensi

Afriansyah & Dewijanti, I. I. (2020). Persepsi masyarakat terhadap perubahan pola konsumsi pangan lokal ke pangan beras di Papua Barat. JBS (Jurnal Berbasis Sosial), 1(2), 1-10.

Badan Pusat Statistik (BPS). (2017). Provinsi Papua Barat Dalam Angka 2017. BPS Provinsi Papua Barat.

Bezerra, I. N., & Sichieri, R. (2011). Household food diversity and nutritional status among adults in Brazil. International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity, 8(22). https://doi.org/10.1186/1479-5868-8-22

Cordero-Ahiman, O. V., Vanegas, J. L., Franco-Crespo, C., Beltrán-Romero, P., & Quinde-Lituma, M. E. (2021). Factors that determine the dietary diversity score in rural households: The case of the Paute River Basin of Azuay Province, Ecuador. International Journal of Environmental Research and Public Health, 18(4), 2059. https://doi.org/10.3390/ijerph18042059

Drescher, L. S., Thiele, S., & Mensink, G. B. M. (2007). A new index to measure healthy food diversity better reflects a healthy diet than traditional measures. The Journal of Nutrition, 137(3), 647–651. https://doi.org/10.1093/jn/137.3.647

Glew, L., M.B. Mascia and F. Pakiding. (2012). Solving the Mystery of MPA Performance: monitoring social impacts. Field Manual (version 1.0). World Wildlife Fund and Universitas Negeri Papua, Washington D.C. and Manokwari, Indonesia.

Hastuti, V. N., Afifah, D. N., Sugianto, D. N., Anjani, G., & Noer, E. R. (2024). Socio-demographics, dietary diversity score, and nutritional status of children aged 2–5 years: A cross-sectional study of Indonesian coastal areas. Clinical Epidemiology and Global Health, 27, 101599. https:/doi.org 10.1016/j.cegh.2024.101599.

Kennedy, G. L. (2009). Evaluation of dietary diversity scores for assessment of micronutrient intake and food security in developing countries [Doctoral dissertation, Wageningen University]. Wageningen University Repository.

Kennedy, G., Ballard, T., & Dop, M. C. (2010). Guidelines for Measuring Household and Individual Dietary Diversity. https://www.fao.org/4/i1983e/i1983e00.pdf

Mamahit, A. Y., Sudarmi, N. W., Mautang, T. W. E., Rende, D. C., & Suryani, D. (2024). Factors related to Household Dietary Diversity Score (HDDS) as nutrition outcomes in Eastern Indonesia. PREPOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(1), 585–592. https:/10.31004/prepotif.v8i1.25526.

Mekonnen, D. A., Talsma, E. F., Trijsburg, L., Linderhof, V., Achterbosch, T., Nijhuis, A., Ruben, R., & Brouwer, I. D. (2020). Can household dietary diversity inform about nutrient adequacy? Lessons from a food systems analysis in Ethiopia. Food Security, 12, 1367–1383. https://doi.org/10.1007/s12571-020-01056-5.

Nguyen, T. T., & Qaim, M. (2025). Local and regional food production diversity are positively associated with household dietary diversity in rural Africa. Nature Food, 6, 205–212. https://10.1038/s43016-024-01096-6.

OECD (Organisation for Economic Cooperation and Development). (2013). OECD Guidelines for Micro Statistics on Household Wealth, OECD Publishing. https://10.1787/9789264194878-en.

Pakiding, F., Ahmad, A., Menufandu, D., Matualage, D., Lontoh, D., Pada, D., Ballamu, F., Monim, H., Zohar, K., Salosso, K. E., Rumetna, L., Mongdong, M., Yuriken, V., Lense, J., & Ananta, A. (2026). Bentang Laut Kepala Burung Papua: Satu laut, masa depan bersama: Menghubungkan Ekosistem Pesisir, Masyarakat, dan Kemitraan Konservasi untuk Masa Depan Papua yang Lebih Baik. Penerbit Arti Bumi Intaran. https://science4conservation.com/laporan-status-jejaring-kawasan-konservasi-perairan-di-blkb/

Ramadhan, T. A., Pakiding, F., Silamba, I., & Matualage, D. (2022). Ketahanan dan keragaman pangan masyarakat pesisir di Provinsi Papua Barat, Indonesia [Food security and diversity of coastal communities in West Papua Province, Indonesia]. Agritechnology, 5(2), 89–107. https://10.51310/agritechnology.v5i2.102

Sugiyono (2008). Statistika Nonparametris untuk Penelitian. ALFABETA, Bandung

Vidyarini, A., & Ayunin, E. N. (2022). Keragaman dan kualitas konsumsi pangan pada remaja usia 15-17 tahun. ARGIPA (Arsip Gizi dan Pangan, 7(1), 31-39. https://doi.org/10.22236/argipa.v7i1.7951.

World Resources Institute (WRI). (2020). Membangun ketahanan pangan Indonesia 2030: Pemanfaatan pangan lokal sebagai strategi utama. https://wri-indonesia.org/id/wawasan/membangun-ketahanan-pangan-indonesia-2030.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-13

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Hubungan Faktor Sosial Ekonomi dengan Keragaman Konsumsi Pangan Rumah Tangga di Bentang Laut Kepala Burung Papua. (2026). Igya Ser Hanjop: Jurnal Pembangunan Berkelanjutan, 8(1), 59-70. https://doi.org/10.47039/ish.8.2025.59-70