Abstrak
Pembangunan Venue Dayung PON XX Tahun 2021 di kawasan Teluk Youtefa, Kota Jayapura, telah memberikan dampak signifikan terhadap lingkungan dan kehidupan sosial budaya masyarakat adat Kampung Enggros. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak lingkungan, sosial, dan budaya yang ditimbulkan oleh kegiatan pembangunan tersebut serta merumuskan alternatif solusi pengendalian lingkungan yang berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed method dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan masyarakat adat, tokoh agama, pemerintah, dan komunitas lingkungan, serta penyebaran kuesioner kepada 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan Venue Dayung menyebabkan kerusakan Hutan Mangrove Perempuan seluas ±0,16 ha, peningkatan limbah padat dan cair di kawasan pesisir, serta terganggunya habitat biota laut seperti ikan, kepiting, dan kerang (bia). Secara sosial, masyarakat mengalami penurunan mata pencaharian sebagai nelayan dan munculnya konflik hak ulayat antar-suku. Secara budaya, terjadi penurunan aktivitas tradisional perempuan Enggros di hutan mangrove yang selama ini menjadi ruang budaya dan ekonomi mereka. Upaya pengendalian yang disarankan meliputi rehabilitasi hutan mangrove, penguatan kelembagaan adat dalam pengelolaan sumber daya pesisir, serta penataan kawasan berbasis kearifan lokal. Penelitian ini menegaskan pentingnya keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan kelestarian lingkungan serta sosial budaya masyarakat adat pesisir.
Referensi
Alfons, A. B. (2018). Kajian Pengelolaan lingkungan pada Kawasan Taman Wisata Alam Teluk Youtefa. Jurnal Median: Arsitektur Dan Planologi, 8(1), 1–12. https://ojs.ustj.ac.id/median/article/view/288
Bappeda. (2020). Kerangka Acuan Rencana Pembangunan Pengaman Pantai Teluk Youtefa dan Pembangunan Venue Dayung PON XX Papua.
BAPPERIDA Papua. (2023). Rencana Pembangunan Rendah Karbon Daerah (RPRKD). https://bapperida.papua.go.id/file/RPRKD Provinsi Papua_compressed.pdf
Hamuna, B., Sari, A. N., & Megawati, R. (2018). Kondisi Hutan Mangrove di Kawasan Taman Wisata Alam Teluk Youtefa, Kota Jayapura. Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal: A Scientific Journal, 35(2), 75–83.
Kasnodihardjo. (2015). Langkah-langkah menyusun kuesioner. Pusat Penelitian Ekologi Kesehatan. https://www.scribd.com/document/177281441/Langkah-langkah-menyusun-Kuesioner
Mampioper, D. (2020). Terancamnya hutan perempuan di Kampung Enggros. Jubi.Id. https://arsip.jubi.id/terancamnya-fungsi-hutan-perempuan-di-kampung-enggros/
Ridone. (2017). Mengenal Kampung Enggros di Kota Jayapura. Steemit.Com. https://steemit.com/papua/@ridone/mengenal-kampung-enggros-di-kota-jayapura
Wambrauw, E. (2015). Water Resource Management in the Lowlands of Southern Papua Using a Decision Support System and Integrating Traditional Ecological Knowledge. Semanticscholar.Org. https://www.semanticscholar.org/paper/Water-Resource-Management-in-the-Lowlands-of-Papua-Wambrauw/51d8aeaf4de0d0f7dd339d1a7a6b6c0c219c6621

Karya ini dilisensikan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
