Karakteristik dan Pola Migrasi di Kabupaten Manokwari

Abstrak

Migrasi merupakan perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain dalam waktu sementara maupun untuk menetap di daerah tujuan. Orang melakukan migrasi dikarenakan beberapa alasan di antara lain ekonomi, sosial, keamanan dan bencana alam. Salah satu alasan ekonomi yaitu ingin mencari pekerjaan di daerah tujuan, tapi juga karena adanya tren dekonsentrasi dari kota-kota besar ke kota-kota yang kecil yang baru dimekarkan menjadi provinsi atau kabupaten. Sejak terjadi pemekaran Provinsi Papua Barat dari Provinsi Papua, Kabupaten Manokwari menjadi daerah tujuan para migran. Migrasi yang tinggi mempengaruhi komposisi penduduk terutama dalam hal pertambahan jumlah penduduk. Bermula dari migrasi terkini lalu menetap dan menjadi migrasi seumur hidup. Bertambahnya penduduk di suatu daerah dapat menjadi modal dalam pembangunan tapi juga dapat menjadi beban bagi pembangunan di daerah tujuan. Terkait dengan hal tersebut, kajian ini mengkaji karakteristik migran di daerah asal dan daerah tujuan; dan pola migrasi di Kabupaten Manokwari. Penelitian dilakukan di Kabupaten Manokwari menggunakan metode deskriptif dengan teknik survei. Sebagai subyek adalah migran yang bekerja di sektor informal khususnya di Distrik Manokwari Barat. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebanyakan orang yang bermigrasi ke Kabupaten Manokwari sudah berkeluarga dan sudah bekerja di sektor informal yang dominan sebagai petani dengan penghasilan kurang dari Rp500.000; Di daerah tujuan, orang yang masuk ke Manokwari berusia muda, berpendidikan sekolah menengah atas, tidak tertib administrasi dalam arti tidak membawa surat keterangan pindah dan juga tidak melapor ke RT/RW di daerah tujuan. Selanjutnya, migran di daerah tujuan terserap di sektor informal yaitu sebagai karyawan toko, ojek dan penjual sayur dengan pendapatan yang lebih tinggi yaitu di atas Rp2 juta lebih bandingkan dengan pendapatan di daerah asal. Pola Migrasi, awalnya migrasi individu lalu menjadi migrasi jamak dari yang hanya menetap sementara lalu menjadi migrasi seumur hidup. Migran berasal dari daerah yang dekat dengan Kabupaten Manokwari yaitu Sulawesi dan Maluku.


https://doi.org/10.47039/ish.2.2020.47-57
PDF

Referensi

BKKBN, BPS, Kemenkes, & USAID. (2018). Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2017. BKKBN, BPS, Kemenkes, USAID.

BPS. (2015). Migrasi Seumur Hidup menurut Provinsi, 1971-2015. Bps.Go.Id. https://www.bps.go.id/dynamictable/2015/09/07/855/migrasi-seumur-hidup-menurut-provinsi-1971-2015.html

BPS Kabupaten Manokwari. (2018a). Kabupaten Manokwari dalam Angka 2018. BPS Kabupaten Manokwari. https://manokwarikab.bps.go.id/publication/2018/11/29/05f45127ca290f8f69b2fa10/kabupaten-manokwari-dalam-angka-2018.html

BPS Kabupaten Manokwari. (2018b). Statistik Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Manokwari 2018. BPS Kabupaten Manokwari. https://manokwarikab.bps.go.id/publication/2018/12/03/2657e98e96efd0e8e353bcfe/statistik-kesejahteraan-rakyat-kabupaten-manokwari-2018.html

BPS Provinsi Papua Barat. (2018). Provinsi Papua Barat dalam Angka 2018. BPS Provinsi Papua Barat. https://papuabarat.bps.go.id/publication/2018/08/16/2947ce6194ea0b78308285d6/provinsi-papua-barat-dalam-angka-2018.html

Van Hear, N., Brubaker, R., & Bessa, T. (2009). Managing Mobility for Human Development: The Growing Salience of Mixed Migration. UNDP. https://mpra.ub.uni-muenchen.de/19202/

Creative Commons License

Karya ini dilisensikan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.