Pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial oleh Perusahaan BUMN, Swasta, dan Pertambangan di Papua Barat

Abstrak

Penelitian dengan judul Pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TSP) oleh perusahaan BUMN, Swasta dan Pertambangan di Provinsi Papua Barat bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan TSP oleh Perusahaan. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Metode penelitian adalah survei deskriptif eksplanatori. Tujuan dan sasaran TSP difokuskan pada bidang sosial, ekonomi dan lingkungan dan dievaluasi dengan menggunakan ISO 26000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden perusahaan (80,77 persen) melaksanakan program TSP, sedangkan seperlima perusahaan (19,23 persen) tidak melaksanakan. Program TSP pada umumnya difokuskan pada bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial dan lingkungan. Beberapa Perusahaan sudah memiliki prosedur untuk program TSP, akan tetapi sebagian besar perusahaan melaksanakan TSP sebagai bantuan sukarela dan pada umumnya masih dalam bentuk program bantuan langsung pada masyarakat atau charity. Pelaksanaan TSP oleh perusahaan berdasarkan ISO 26000, menunjukkan bahwa untuk organisasi pemerintah skor pelaksanaan TSP perusahaan adalah 32,47; Hak asasi manusia 22,43; ketenagakerjaan 33,25; pengembangan masyarakat 40,93 dari skor maksimum 50, selanjutnya lingkungan dengan skor 16,65 dan konsumen 15,89 dari skor maksimum 20 dan akhirnya praktik kegiatan institusi sehat dengan skor 12,41 dari skor maksimum 15. Hasil evaluasi dengan menggunakan indikator ISO 26000 menunjukkan bahwa pengembangan masyarakat mendekati titik acuan (skor maksimum), tetapi pelaksanaan TSP terhadap pengembangan lingkungan dan sasaran kegiatan konsumen masih rendah.


https://doi.org/10.47039/ish.2.2020.35-46
PDF

Referensi

Aini, A. K. (2015). Pengaruh Karakteristik Perusahaan terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) pada Perusahaan yang Terdaftar di Indeks LQ45 Bursa Efek Indonesia (BEI). Kinerja: Jurnal Ekonomi & Manajemen, 12(1). https://doi.org/10.29264/jkin.v12i1.16

Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat. (2018). Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Papua Barat. Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat.

Corbin, J. M., & Strauss, A. (1990). Grounded Theory Research: Procedures, Canons, and Evaluative Criteria. Qualitative Sociology, 13(1), 3–21. https://doi.org/10.1007/BF00988593

Karafir, A. (2018, July 17). BPS Catat Angka Kemiskinan di Papua Barat Masih di Peringkat 2 Nasional. Papuanews.Id. https://papuanews.id/2018/07/17/bps-catat-angka-kemiskinan-di-papua-barat-masih-di-peringkat-2-nasional/

Pratiwi, R. F. (2014). Pengaruh Managerial Ownership, Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, dan Leverage terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) pada Perusahaan Manufaktur yang LIsting di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2010-2012. Universitas Negeri Malang.

Rakhiemah, A. N. (2011). Pengaruh Kinerja Lingkungan terhadap Corporate Social Responsibility (CSR) Disclosure dan Kinerja Finansial Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia [Universitas Airlangga]. http://repository.unair.ac.id/id/eprint/916

Susanto, A. B. (2009). Reputation-Driven Corporate Social Responsibility (Pendekatan Strategic Management dalam CSR). Esensi.

Wijaya, M. (2012). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi, 1(1), 26–30. http://journal.wima.ac.id/index.php/JIMA/article/view/8

Creative Commons License

Karya ini dilisensikan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.