https://jurnal.papuabaratprov.go.id/index.php/ish/issue/feedIgya ser hanjop: Jurnal Pembangunan Berkelanjutan2025-12-17T07:23:32+00:00Charlie D. Heatubuncharlie_deheatboen@yahoo.comOpen Journal SystemsIgya ser hanjop: Jurnal Pembangunan Berkelanjutan merupakan jurnal yang menyediakan sumber informasi ilmiah yang ditujukan untuk peneliti, lembaga penelitian, instansi pemerintah, dan pemangku kepentingan. Jurnal ini menerbitkan artikel penelitian yang fokus pada hasil penelitian tentang semua aspek pembangunan berkelanjutan.https://jurnal.papuabaratprov.go.id/index.php/ish/article/view/155Analisis Tren dan Proyeksi Volume Ekspor Teh Indonesia ke Rusia Tahun 2024-20302025-12-17T07:23:30+00:00Trees Augustine Pattiasinamerim0865@gmail.comDiana Nurini Irbayantita.pattiasina@unipa.ac.idMeri Esramian Sitorusmerim0865@gmail.com<p>Teh merupakan komoditas unggulan di Indonesia dan memiliki kontribusi penting bagi perekonomian nasional. Penelitian ini bertujuan mengkaji proyeksi volume ekspor teh Indonesia ke Rusia selama 7 tahun ke depan (2024-2030). Metode yang digunakan mencakup analisis tren deret waktu selama 23 tahun. Untuk proyeksi volume ekspor teh Indonesia digunakan metode peramalan statistik berbasis data historis dengan fitur forecasting pada Microsoft Excel. Analisis tren menunjukkan bahwa volume ekspor teh Indonesia ke Rusia mengalami penurunan sejak 2011, dengan rata-rata penurunan sebesar 6,1% per tahun hingga 2023. Hasil proyeksi menunjukkan kecenderungan volume ekspor teh Indonesia ke Rusia akan terus menurun hingga tahun 2030 berdasarkan pola historis data time series. Perlu perhatian khusus dan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan ekspor teh Indonesia ke Rusia. Monitoring berkala terhadap perkembangan volume ekspor perlu dilakukan untuk mengidentifikasi apakah tren aktual mengikuti proyeksi atau terjadi perubahan pola.</p>2025-12-17T05:53:05+00:00Hak Cipta (c) 2025 Trees Augustine Pattiasina, Diana Nurini Irbayanti, Meri Esramian Sitorushttps://jurnal.papuabaratprov.go.id/index.php/ish/article/view/153Produktivitas dan Laju Dekomposisi Serasah Mangrove di Telaga Wasti, Kabupaten Manokwari2025-12-17T07:23:30+00:00Novalin Magdalena Jerumponfannysimatauw137@gmail.comAliantofannysimatauw137@gmail.comFanny FC Simatauwfannysimatauw137@gmail.comFitriyah Irmawati E. Salehfannysimatauw137@gmail.comMudjirahayufannysimatauw137@gmail.comSelfanie Talakuafannysimatauw137@gmail.com<p>Produktivitas dan dekomposisi serasah mangrove merupakan sumber produktivitas perikanan di muara dan penyumbang nutrisi perairan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tingkat produktivitas dan laju dekomposisi serasah mangrove jenis Sonneratia alba dan Rhizophora apiculata dan kondisi lingkungan perairan di Telaga Wasti, Kabupaten Manokwari. Metode yang digunakan untuk menghitung serasah mangrove menggunakan litter trap dan untuk laju dekomposisi menggunakan litter bag. Pemanenan dan dekomposisi serasah masing-masing dilakukan sebanyak 4 kali yaitu pada hari ke 7, 14, 21 dan 28. Hasil penelitian menunjukkan R. apiculata memiliki nilai produksi serasah mangrove tertinggi produksi serasah sebesar 278,44 g/m2/28 hari dibandingkan S. alba (198,14 gram/28 hari), Untuk laju dekomposisi serasah mangrove jenis R. apiculata memiliki laju dekomposisi lebih tinggi dibandingkan pada jenis S. alba. Laju dekomposisi serasah R. apiculata adalah 7,40 gram/minggu atau 1,06 gram/hari setara dengan 18,61 %/minggu atau 2,66 %/hari, sedangkan S. alba nilai 5,04 gram/7 hari atau 0,72 gram/hari atau setara dengan 17,79 %/minggu atau 2,54 %/hari. Nilai parameter lingkungan untuk DO berkisar 6-7,9 mg/L, suhu perairan 30-31,8 °C, pH berkisar 7–8,5, dan salinitas 27 – 30 ‰.</p>2025-12-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Novalin Magdalena Jerumpon, Alianto, Fanny FC Simatauw, Fitriyah Irmawati E. Saleh, Mudjirahayu, Selfanie Talakuahttps://jurnal.papuabaratprov.go.id/index.php/ish/article/view/152Karakter Morfologi Lima Ubi Jalar Lokal Berdaging Ungu Asal Kota Jayapura2025-12-17T07:23:31+00:00Yawan Weyapaskalismerahabisa@stipersta.ac.idDominggus. M. D. Tatuheypaskalismerahabisa@stipersta.ac.idPaskalius Apriyanto Merahabiapaskalismerahabisa@stipersta.ac.id<p>Indonesia terkenal dengan keragaman ubi jalar yang tinggi dan tersebar pada berbagai wilayah. Ubi jalar ungu merupakan salah satu tanaman yang banyak dibudidayakan selain bewarna putih, orange dan merah. Perlu adanya informasi mengenai keragaman karakter morfologi dan agronomi ubi jalar untuk pengembangan suatu varietas. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi ubi jalar dengan mengidentifikasi karakter morfologi serta karakter agronomi terhadap genotipe-genotipe ubi jalar berdaging ungu yang tersebar di Papua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter morfologi 5 genotipe ubi jalar lokal berdaging ungu asal Kota Jayapura. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan mengidentifikasi karakter morfologi 5 genotipe ubi jalar. Pengamatan dilakukan terhadap 3 sampel dari setiap satuan percobaan berdasarkan deskripsi Huaman (1991). Variabel penelitian meliputi karakter morfologi daun. Analisis data dilakukan secara tabulasi, gambar. Hasil penelitian menunjukkan terdapat variasi karakter morfologi terhadap 5 genotipe yang diuji. Genotipe yang diuji memiliki warna pucuk daun berwarna hujau muda, hijau keunguan sampai dengan ungu dan warna daun dewasa berwarna hijau. Jumlah cuping daun 1-5 cuping. Tipe cuping daun ramping, sangat ramping sampai dengan dalam. Bentuk daun segitiga sampai dengan bercuping. Tipe pertumbuhan menjalar, sangat menjalar sampai tegak. Bentuk dari pusat cuping daun segitiga sampai berbentuk tombak. Kemampuan melilit cukup melilit, agak melilit dan tidak melilit.</p>2025-12-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Yawan Weya, Dominggus. M. D. Tatuhey, Paskalius Apriyanto Merahabiahttps://jurnal.papuabaratprov.go.id/index.php/ish/article/view/157Analisis Dampak Pembangunan Venue Dayung PON XX terhadap Masyarakat Adat Kampung Enggros di Jayapura2025-12-17T07:23:31+00:00Yuliana Joumilenayulianajoumilena@gmail.comElisabeth Veronica Wambrauwyulianajoumilena@gmail.comMonita Yessy Beatrick Wyulianajoumilena@gmail.com<p class="ISHParagrafNormal">Pembangunan Venue Dayung PON XX Tahun 2021 di kawasan Teluk Youtefa, Kota Jayapura, telah memberikan dampak signifikan terhadap lingkungan dan kehidupan sosial budaya masyarakat adat Kampung Enggros. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak lingkungan, sosial, dan budaya yang ditimbulkan oleh kegiatan pembangunan tersebut serta merumuskan alternatif solusi pengendalian lingkungan yang berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed method dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan masyarakat adat, tokoh agama, pemerintah, dan komunitas lingkungan, serta penyebaran kuesioner kepada 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan Venue Dayung menyebabkan kerusakan Hutan Mangrove Perempuan seluas ±0,16 ha, peningkatan limbah padat dan cair di kawasan pesisir, serta terganggunya habitat biota laut seperti ikan, kepiting, dan kerang (bia). Secara sosial, masyarakat mengalami penurunan mata pencaharian sebagai nelayan dan munculnya konflik hak ulayat antar-suku. Secara budaya, terjadi penurunan aktivitas tradisional perempuan Enggros di hutan mangrove yang selama ini menjadi ruang budaya dan ekonomi mereka. Upaya pengendalian yang disarankan meliputi rehabilitasi hutan mangrove, penguatan kelembagaan adat dalam pengelolaan sumber daya pesisir, serta penataan kawasan berbasis kearifan lokal. Penelitian ini menegaskan pentingnya keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan kelestarian lingkungan serta sosial budaya masyarakat adat pesisir.</p>2025-12-17T06:18:22+00:00Hak Cipta (c) 2025 Yuliana Joumilena, Elisabeth Veronica Wambrauw, Monita Yessy Beatrick Whttps://jurnal.papuabaratprov.go.id/index.php/ish/article/view/154Pertumbuhan dan Daya Saing Ekspor Kopi Indonesia ke Mesir Periode 1991–20242025-12-17T07:23:31+00:00Agustina Sylvanie Mori Muzendia.muzendi@unipa.ac.idSoleman Imbiria.muzendi@unipa.ac.idLudia Theresia Wambrauwa.muzendi@unipa.ac.idAngel Clara Elisabeth Gloria Alvonsa.muzendi@unipa.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan dan daya saing ekspor kopi Indonesia ke Mesir selama periode 1991–2024. Kopi sebagai salah satu komoditas perkebunan unggulan memiliki peran penting, tidak hanya sebagai sumber devisa negara, tetapi juga sebagai penopang kesejahteraan petani. Dalam beberapa tahun terakhir, konsumsi kopi di Mesir meningkat pesat, menjadikan negara tersebut pasar potensial bagi kopi Indonesia di kawasan Afrika Utara. Kajian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan analisis data runtut waktu (time series). Data diperoleh dari berbagai sumber sekunder, antara lain FAOSTAT, WITS, UN Comtrade, BPS, dan Kemendag RI. Pertumbuhan ekspor dianalisis melalui Compound Annual Growth Rate (CAGR), sedangkan daya saing diukur dengan Revealed Comparative Advantage (RCA) dan Export Product Dynamics (EPD). Hasil analisis menunjukkan bahwa ekspor kopi Indonesia ke Mesir mengalami pertumbuhan stabil dan berkelanjutan, meningkat dari 1.483 ton pada tahun 1991 menjadi 31.479,2 ton pada 2024, dengan pertumbuhan rata-rata tahunan sebesar 9,70%. Nilai RCA yang konsisten di atas satu mengindikasikan bahwa kopi Indonesia memiliki keunggulan komparatif yang kuat, sementara hasil EPD menempatkan produk ini dalam kategori Rising Star karena tumbuh lebih cepat dibandingkan rata-rata dunia. Walaupun demikian, terdapat periode perlambatan yang dipengaruhi oleh penurunan produktivitas, kurangnya diversifikasi produk, dan perubahan selera pasar menuju specialty coffee. Untuk menjaga keberlanjutan ekspor, diperlukan langkah nyata berupa hilirisasi, peningkatan efisiensi logistik, serta diplomasi perdagangan yang lebih adaptif agar kopi Indonesia semakin kompetitif di pasar Mesir dan Afrika Utara.</p>2025-12-17T06:42:07+00:00Hak Cipta (c) 2025 Agustina Sylvanie Mori Muzendi, Soleman Imbiri, Ludia Theresia Wambrauw, Angel Clara Elisabeth Gloria Alvonshttps://jurnal.papuabaratprov.go.id/index.php/ish/article/view/151Analisis Keragaman Pohon dan Potensi Hutan pada Tiga Hutan Desa di Papua Barat2025-12-17T07:23:31+00:00Via Dolorosaviadolorosa21.2003@gmail.comNitanel M. H. Benuviadolorosa21.2003@gmail.comArmansyah Rachimviadolorosa21.2003@gmail.comVeo Jitmauviadolorosa21.2003@gmail.comIsma R. H. Mergwarviadolorosa21.2003@gmail.comYance de Fretesviadolorosa21.2003@gmail.com<p>Penelitian ini menganalisis keragaman potensi hasil hutan kayu (HHK) dan hasil hutan bukan kayu (HHBK) pada tiga Hutan Desa (HD) di Papua Barat: Senderawoi, Wartutin, dan Tanggaromi. Pengambilan sampel vegetasi dilakukan pada 25 plot berukuran 20 × 20 m, dengan indeks Shannon–Wiener digunakan untuk menghitung keragaman hayati. Penyusunan peta kerja dilakukan melalui teknik tumpang susun (layout) berbagai peta tematik biofisik, diikuti dengan proses query untuk menentukan zona berdasarkan kriteria sesuai peraturan yang berlaku. Wawancara dengan tokoh masyarakat dilakukan untuk mengidentifikasi pemanfaatan HHBK. Penentuan jenis kayu mengacu pada Peraturan Menteri Kehutanan RI No. 163/Kpts-II/2003. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga HD memiliki keanekaragaman hayati tinggi, dengan berbagai jenis tumbuhan bernilai ekonomi dan ekologis. Tutupan lahan didominasi hutan primer, terutama di Tanggaromi, yang mengindikasikan kondisi ekosistem yang relatif baik. HHBK yang umum dimanfaatkan mencakup tanaman obat, tanaman hias, bahan pangan, dan bahan kerajinan. Namun, potensi HHBK untuk pengembangan ekonomi berkelanjutan masih terbatas, kecuali di HD Wartutin yang memiliki komoditas pala. Pengembangan agroforestri direkomendasikan untuk meningkatkan potensi HHBK, khususnya di HD Tanggaromi dan HD Senderawoi.</p>2025-12-17T06:52:42+00:00Hak Cipta (c) 2025 Via Dolorosa, Nitanel M. H. Benu, Armansyah Rachim, Veo Jitmau, Isma R. H. Mergwar, Yance de Fretes